Semilir angin temani aku di malam ini.
dengan tetes embun yang membasahi kelopak mataku.
mencoba memahami perasaan awan yang malam ini sedang menangis...
aku tersadar.. ternyata..
tangisku slama ini tidak lebih banyak dari awan putih itu...
maka bersyukurlah aku atas itu semua
teringat suatu sore di hari kemarin.
begitu sunyi... senyap...
seolah senja yang perlahan merangkak turun itu tak ada yang memiliki..
patahkah sayap burung yang kicaunya biasa menemaniku menikmati senja?
jika patah, tak bisa kubayangkan!
betapa tubuh kecil nan ringkihnya berjalan langkah demi langkah.
terseok-seok menahan sakit yang teramat sangat di sayapnya.
sayap yang tidak akan lagi membawanya menuju langit luas di atas sana...
apa jadinya ia sekarang?
merasa tak berartikah ia sekarang?
hingga kicau merdunya tak bisa kudengar lagi.
aku tersadar.. ternyata..
lukaku selama ini hanyalah sekedar torehan tipis yang menghiasi setiap sudut di hatiku.
aku masih bisa tertawa..
dan aku masih bisa menikmati senja
suatu malam lainnya, aku merasa begitu hina...
merasa begitu tak berharga...
diam di sudut ruang, menghindari ketakutanku sendiri.
selintas lalu ku perhatikan semut-semut kecil yang berlarian kesana kemari tak tentu arah.
tentu sulit bagi mereka...
berlari, menghindari segala sesuatu yang 'terlalu lebih' dari mereka.
semut-semut yang kuat!
selalu ada cara bagi mereka untuk tetap berbaris rapi di setiap sudut di muka bumi ini.
mereka menghindari 'segalanya' yang lebih besar..
aku tersadar.. ternyata..
masalah-masalahku selama ini jauh berbeda dari apa yang mereka alami.
masih bisa aku hirup udara kebebasan yang mengisi setiap paru-paru dan pori-pori ku.
tak perlulah bagiku untuk selalu berlari menghindar dan bersembunyi dari semua...
maka bersyukurlah aku atas itu semua
#bersyukurlah selalu... karena dengan bersyukur segala sesuatunya pasti akan senantiasa terlihat lapang, mudah, dan menyenangkan...
ikhlas atas semua :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar