Jumat, 15 Juli 2011

Terkadang aku

Terkadang aku Rindu akan ejekanmu
Terkadang aku Rindu akan celaanmu
Terkadang aku Rindu akan marahmu
Terkadang aku Rindu akan manjamu
Terkadang aku Rindu akan cubitanmu
Terkadang aku Rindu akan senyummu
Terkadang aku Rindu akan pelukmu
Terkadang aku Rindu akan genggamanmu
Terkadang aku Rindu akan sosokmu, utuh...

PS : “Bolehkah untuk sekarang, aku mengganti semua kata “terkadang” itu dengan kata “selalu”...? kenyataannya, untuk saat ini hal itu selalu terjadi ALL-DAY-LONG !!”

IZIN?

Kalau kamu minta izin sama aku untuk ‘pergi’, jelas aku ga’ akan ngasih izin. Kalau kamu tanya apa aku rela ditinggalin sama kamu? Jelaslah jawabannya, aku ga’ akan rela.
Tapi aku ga’ pernah berani nunjukin itu semua ke kamu. Aku ga’ pernah berani bilang tentang perasaan aku yang sebenarnya. Jadi aku terpaksa bohong di depan kamu. Aku bilang, aku bakalan kuat, bakalan tetep senyum, bakalan tegar dan ga’ nangis kalau kamu pergi.
Tapi itu semua bohong!! Pasti kamu juga tau kan kalau aku lagi bohong?? Kamu kan mirip cenayang :p Jadi kamu pasti tau.
Kamu selalu bilang kalo aku ga’ akan pernah bisa bohongin kamu, karena kamu bisa tau hal yang sebenarnya cuma dari sorot mata aku. Sebegitu jelaskah??
Jadi, kamu pasti tau kan kalau semua itu ga’ bener. Kenyataannya aku ga’ akan pernah siap ditinggalin sama kamu. Aku terlalu takut. Kamu ngerti kan gimana rasanya??
Aku sayang kamu. Terlalu sayang sama kamu.
Jangan tinggalin aku yaa ^^

PS. Buat Tuhan : “Aku tau Engkau sayang sama dia. Aku juga. Aku yakin, aku lebih butuh dia dibanding Engkau, Tuhan. Jadi, jangan ambil dia, Tuhan...”

Bandung, 27 Juni 2011

Kita saat itu tengah berbicara, berdua. Kamu begitu banyak memberikan konsep tentang hal-hal yang berkaitan dengan kita. Masihkah kamu mengingatnya? Kamu berbicara tentang konsep Cinta, Kasih, dan Sayang. Aku begitu kagum dengan semua kata yang kamu ucapkan. Dengan tegas kamu menjelaskan padaku tentang konsep ketiga hal tersebut beserta dengan perbedaannya. Kamu tahu apa yang kupikirkan saat itu? Kamu begitu mengagumkan ^^
Aku bilang, ketiga konsep tersebut sangat berkaitan erat. Tapi kamu bilang, ketiganya berbeda. Mereka memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Ah entahlah! Aku tidak bisa menginterpretasikan semuanya dengan jelas. Yang aku tahu hanyalah perasaanku sendiri yang mengatakan bahwa aku menyayangimu. Itu saja.
Sebenarnya begitu banyak pertanyaan yang memenuhi pikiranku saat itu. Tapi aku sendiri tidak mengerti kenapa yang bisa kulakukan hanyalah diam, diam, dan diam. Mengangguk, mengangguk, dan mengangguk. Menggeleng, menggeleng, dan menggeleng. Aku ingin bertanya padamu saat itu. Aku ingin bertanya semua tentang kita, mendengarkan jawabnya dari bibirmu dan menemukan kesungguhannya lewat sorot mata teduhmu. Aku inginkan hal itu.
Aku menyayangimu. Aku tidak tahu apakah saat ini kamu sedang mengetest kesungguhan dan kesabaranku. Aku tahu. Aku benar-benar mengerti kalau kamu adalah pribadi yang hangat dan menyenangkan. Semua hal yang kamu ucapkan pun merupakan hal yang menakjubkan. Tak heran jika banyak orang yang menyukaimu. Hal pertama yang membuatku menyukaimu pun adalah kemahiranmu mengungkapkan sesuatu dengan rangkaian kata-kata yang kamu susun sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah ungkapan yang utuh.
Aku tahu. Aku benar-benar mengerti dengan semua yang kamu ungkapkan saat kita berdiskusi kemarin. Aku sadar betul dengan posisimu yang selalu dikelilingi oleh banyak perempuan. Aku paham bahwa hal yang kamu lakukan itu hanyalah semata-mata untuk membantu kesulitan yang mereka hadapi. Entah untuk membantu mengenai masalah perkuliahan, maupun membantu untuk memberikan support dikala mereka membutuhkannya. Tapi, betapapun aku mengerti dengan semua hal itu, tetap saja kecemburuan itu selalu ada. Setidaknya saat itu, sebelum kamu menjelaskan padaku mengenai ketiga konsep tadi, Cinta, Kasih dan Sayang.
Aku cemburu. Aku hanya takut jika kamu pergi meninggalkanku dan lebih memilih untuk bersama dengan mereka. Aku hanya merasa tidak rela jika kamu membagi perasaanmu untuk mereka. Hal itulah yang aku rasakan. Tapi seperti yang aku katakan tadi, hal itu aku rasakan setidaknya sebelum kamu menjelaskan padaku tentang konsep Cemburu buta, Cinta buta dan konsep Kasih Sayang itu sendiri. Sekarang aku mengerti. Setidaknya aku belajar untuk mengerti dan memahaminya. Aku belajar untuk memahamimu dan memahami perasaanku sendiri. Aku harus bisa merasa yakin padamu dan pada diriku sendiri.
Maafkan jika aku sudah membuatmu kecewa atas sikapku selama ini. Aku belajar untuk memperbaiki semuanya. Bukan hanya untukmu, tapi lebih dari itu aku melakukannya untuk diriku sendiri. Rangkumannya : Aku menyayangimu, dan aku belajar untuk mengasihimu ^^

TUHAN MEMANG MAHA MEMBOLAK-BALIKAN HATI

Tuhan memang Maha membolak-balikan hati setiap manusia. Betapa tidak?!
Dirinya yang dulu tak pernah sekalipun menggetarkan dawai di hati ini, kini secara tiba-tiba menjelma menjadi seseorang yang kehadirannya selalu kutunggu. Menunggu untuk apa, aku pun tak mengetahuinya dengan pasti. Aku tak mengerti!

Aku tahu dengan pasti bahwa cintanya bukanlah untukku. Hatiku tidak mungkin bisa bertautan dengan hatinya yang jelas-jelas sudah bukan untukku, dan memang dari awal pun bukanlah untukku. Aneh memang. Lantas mengapa sosoknya kemudian bisa menjadi begitu berarti?? Mengapa pula aku harus selalu menunggu kehadirannya?? Meskipun terkadang aku harus bisa menerima kenyataan pahit bahwa dia tidak datang, bahkan aku harus lebih siap lagi jika aku mengetahui bahwa kehadirannya bukan untuk menyapa relung jiwaku.

Lalu kenapa?? Kenapa hati ini bisa begitu tulus mencintainya? Kenapa jiwa ini bisa bisa begitu merindukan kehadirannya? Kenapa diri ini bisa begitu terpaku pada sosoknya, dan terkungkung oleh pesonanya? Aku pun tidak tau jawabnya. Hanya Tuhan lah yang mengetahui segalanya. Hanya Tuhan yang mengetahui tentang segala apa yang ada di dalam hatiku dan hatinya.

Hanya satu yang pasti aku ketahui. Aku akan selalu menemukan ketentraman lewat setiap tatapannya yang membiusku dengan mata sendunya itu. Selain itu, aku juga akan selalu merasakan kelembutan yang bisa aku temukan lewat tutur katanya yang senantiasa ia ucapkan dengan begitu syahdu. Aku juga bisa menemukan kegembiraan di setiap gelak tawa yang selalu kita bagi bersama di setiap waktu yang kita punya. Aku bisa merasakan segalanya ketika dia berada di sisiku. Terlebih dari semua itu, aku akan selalu merasakan kenyamanan setiap menghabiskan waktu bersamanya.

Tak tahulah! Aku tak berani menyebut semua ini sebagai cinta sejati. Aku hanya terlalu takut untuk terjatuh (lagi). Tapi dengan mengenal sosoknya, sungguh aku telah belajar banyak hal. Darinya, aku belajar tentang arti ‘keikhlasan’ yang sesungguhnya. Ya, aku mencoba untuk tetap ikhlas menjalani semua ini. Tetap ikhlas dalam penantian yang tak pasti ini. Tetap ikhlas mendengarkan semua keluh kesahnya tentang cinta lain yang telah menjadi dermaga tempat hatinya berlabuh. Jika kalian bertanya tentang perasaanku, jelas aku merasa sakit (sangat). Tapi itulah pembelajaran tentang arti ‘keikhlasan’ yang sesungguhnya. Aku akan senantiasa mencoba untuk ikhlas. Aku mencoba untuk senantiasa memberikan senyum padanya, hal yang seperti biasa aku lakukan untuknya.

Darinya, aku belajar tentang arti ‘kesetiaan’ yang sesungguhnya. Aku tak tau apakah dia tengah menguji kesabaranku atau apapun alasannya. Bagaimanapun itu, aku mencoba untuk tetap bersabar. Sabar menunggunya untuk menyentuh relung hatiku, meski aku tak tau sampai kapan aku harus menunggunya. Walaupun begitu, aku akan mencoba untuk setia. Aku (tetap) setia! Aku harus (tetap) menunggu. Karena aku masih! Aku (masih) setia untuk tetap mencintainya. Setia untuk tetap memberikan senyumku. Setia untuk tetap berbagi canda, tawa, bahagia, air mata, nestapa, gundah gulana, dan segalanya. Setia untuk tetap berada di sisinya. Tak peduli saat dia tertawa, ataupun saat dia tengah terluka.

Seperti mentari yang tak kenal lelah untuk selalu tersenyum cerah menemani bumi melakukan tugasnya, berotasi setiap hari. Seperti rembulan yang selalu meneduhkan alam ketika petang datang menjelang. Seperti awan yang selalu memayungi bumi dari silaunya terpaan sang surya. Seperti angin yang selalu menyejukkan jiwa setiap insan. Seperti hujan yang membasahi alam dan menyelamatkannya dari kekeringan. Seperti bintang yang selalu bersinar, berpijar, menemani di kala sepi datang mengejar. Seperti pelangi yang ada untuk menghibur dan membujuk langit untuk berhenti menangis. Begitulah! Ada. Setiap hari. Setiap waktu. Setiap hembus napasnya. Setiap degup jantungnya. Setia. Setia. Tetap setia mendampinginya. Tetap setia menemani hidupnya.

Seperti itulah aku belajar tentang makna kehidupan yang sesungguhnya dari sosoknya. Oleh karena itu, tak akan pernah aku sesali pertemuanku dengannya. Tak akan pernah aku sesali takdir Tuhan yang telah menuntunku menemuinya. Karena itu semua merupakan anugerah yang Tuhan berikan untukku. Ya, itu semua anugerah! Mencintainya adalah anugerah. Mencintainya adalah bahagia. Mencintainya adalah segalanya. Mencintainya adalah untuk selamanya. Untuk selamanya. S e l a m a n y a....... ^^

ITU KAMU (Cibiru, 14 Juni 2011 – 00.08 a.m)

Itu kamu, yang datang dengan sejuta tawa
Itu kamu, yang hadir dengan semua canda
Itu kamu, yang ada dalam setiap mimpi
Itu kamu, yang selalu ada di dalam hati

Setiap tawa yang kau bagi adalah surga
Setiap canda yang kau beri adalah sukacita
Mimpi yang kau punya adalah bahagia
Selalu ada, selau kubingkai dalam dada

Kamu dekat, tapi terasa jauh
Membuat aku sulit untuk bernapas
Membuat aku terpaku, diam tak berdaya
Melihatmu merindu, tapi bukan untuk aku

Tapi, senyummu adalah bahagiaku
Tawamu adalah sumber semangatku
Maka biarlah aku disini, menangis sendiri
Untuk kemudian tertawa demi melihatmu bahagia

Tersenyumlah, sayang!
Biarkan sinarnya tetap menyinari hidupku
Biarkan kehangatannya tetap mendekap
Mendekapku hingga aku terlelap

Itu kamu, yang selau ada di dalam hatiku
Membuat air mataku menjadi tawa
Membuat sedihku menjadi bahagia
Membuat semuanya menjadi lebih berwarna


Kamis, 26 Mei 2011

Do You Believe In Destiny ?


Perkenalan adalah sebuah awal. 
Awal untuk aku dan kau memulai segalanya. 
Terasa begitu manis dan mengesankan, karena kau datang dengan berjuta tawa. Kau tahu rasanya? Seperti berada di padang pasir kemudian turun hujan lebat. Begitu menyejukkan bukan? 
Begitu pula kehadiranmu yang memberi kesejukkan untuk jiwaku. Rasa-rasanya kebahagiaanku melebihi kebahagiaan seorang anak kecil yang mendapatkan sebuah lolipop. Great! Benar-benar menyenangkan...
Lambat laun kau pun mulai mengenalkan padaku duniamu. Mengenalkan padaku sebuah dunia yang begitu kecil—tapi begitu kau hapal—yang penuh akan semua ke-khas-an dirimu. 
Dan ternyata setelah aku memasukinya sedikit demi sedikit, duniamu itu seakan-akan menjadi lebih luas dari apa yang aku rasakan sebelumnya. Lebih dalam aku memasukinya, maka lebih banyak pula aku mendapatkan hal-hal luar biasa yang dengan senang hati akan selalu kau bagi bersamaku....
Rasanya tak adil bagiku bila aku tak mengenalkan duniaku padamu. Aku mencoba untuk melakukannya. Perlahan, aku memulainya dengan membukakan pintu hatiku untukmu, untuk kemudian kamu bisa memasukinya dengan leluasa. 
Lalu kukenalkan padamu, tentang siapa aku sebenarnya. Sehingga pada akhirnya kau bisa mengenalku lebih dari siapapun, begitu pula aku yang bisa mengenalmu sama hebatnya dengan kemampuanmu mengenaliku...
Sekarang, aku merasa memilikimu. Aku merasa menjadi bagian dari hidupmu, dan aku yakin kau pum merasakan hal yang sama. 
Ya, aku yakin ini semua adalah takdir, sebuah takdir yang cukup manis dari Tuhan sehingga aku bisa menemukan sosokmu yang begitu sempurna. Terima kasih karena kau telah menggenapi hari-hariku dengan sejuta tawa. Terima kasih karena kau telah mengajarkan padaku tentang hal-hal kecil yang sebenarnya sangat berarti besar untukku. Terima kasih telah menemani hari-hariku yang kelabu ini.
Aku harap Tuhan akan senantiasa menuliskan takdir indah bagi kita berdua. 
Bersamamu menjalani hari-hari penuh warna, hingga akhir menutup mata ^^


ADA dan PEDULI


Beberapa minggu belakangan ini mungkin merupakan minggu terberat untuk kujalani.
Selain karena rasa sakit yang kualami akibat penyakit maag dan bronhitis yang kembali ‘mengunjungiku’, perasaan gundah pun selalu menyertaiku, tak peduli aku dimana dan sedang melakukan apa.
Aku pun sebenarnya tidak terlalu memahami apa yang sedang aku rasakan. 
Semuanya terasa asing bagiku. Semua hal, begitu pun dengan semua orang yang kukenal. Aneh sekali rasanya, aku merasa sepi, kosong, dan hampa tanpa kehadiran--mereka-mereka--orang yang aku sayangi.
Apa mungkin ini semua adalah akibat yang datang karena perbuatanku sendiri? 
Sehingga mereka menjauhiku? 
Enggan bertegur sapa denganku? 
Enggan menemani kesendirianku lagi? 
Aku tak  ingin hal ini terus bertahan terlalu lama.
Aku paham, mungkin belakangan ini aku sedikit mengubah diriku menjadi pribadi yang tertutup. Tak ada lagi secercah senyum yang biasanya selalu menghiasi sudut bibirku. 
Aku hanya berteman dengan muram. Bahkan tak jarang aku menangis, meneteskan air mataku tanpa suatu sebab yang jelas.
Yang aku inginkan sebenarnya hanyalah ADA dan PEDULI. 
Terasa cukup simpel mungkin, tapi dalam prakteknya hal itu tidak selamanya menjadi mudah. 
Mungkin aku sendiri, belakangan ini telah berubah menjadi pribadi yang TIDAK ADA dan TIDAK PEDULI sehingga orang lain pun enggan untuk ADA dan PEDULI terhadapku. 
Tapi mau bagaimana lagi? Segala sesuatu yang dipaksakan tidak akan berbuah manis. 
Begitu juga dengan diriku. Aku tidak akan bisa memposisikan diriku sebagai seseorang yang ADA dan PEDULI untuk mereka, orang-orang yang aku sayangi, bila hal itu aku lakukan dengan terpaksa.
Jadi aku pun akan berusaha untuk memahami apa yang mereka rasakan. 
Mungkin saja mereka pun sedang sama-sama mengalami apa yang sedang kurasakan. Sama-sama merasa hampa, kosong, dan sepi. 
Lagipula, aku tak ingin bila keADAan dan kePEDULIan mereka, mereka lakukan dengan sebelah hati. Tidak akan terasa baik. Tidak akan terasa menenangkan hati. 
Dan aku tidak mau hal itu mereka lakukan semata untuk menyenangkan dan menenangkanku.
Jadi, mungkin aku akan bertahan untuk beberapa saat kedepan. 
Bertahan dengan pribadiku yang tidak lagi hangat. Tidak secerah biasanya. 
Selagi menunggu mereka mengubah rasa ADA dan PEDULI nya sehingga kembali menjadi rasa ADA dan PEDULI yang akan mengembalikan secercah senyum manisku, aku pun akan mengubah pribadiku, sedikit demi sedikit menjadi sosok yang senantiasa ADA dan PEDULI terlebih kepada orang-orang yang teramat kusayangi, orang-orang yang teramat berharga dalam hidupku.

Sabtu, 07 Mei 2011

LOVING YOU IS EVERYTHING ^^

"I just close my eyes because I might see your face. I just close my mouth because I might hear your voice. I just close my ears because I might hear of you, but I could not close my heart because I love you."

"The more I know you, the more I love you."

"I loved you once, I love you still, I always have, I always will..."

"Look into my heart and see what I am saying, for my heart speaks the truth and the truth is I love you."

"I have painted a million of kisses for you.I have filled an ocean of tears for you.I have walked a thousand miles for you.I have counted the stars for you. I did that, all because I love you."

"If you're asking if I need you, the answer is forever. If you're asking if I will leave you, the answer is never. If you're asking what I value, the answer is you. If you asking if I love you, the answer is I DO."

"I love you not because of anything you have, but because of something that I feel when I'm near you."

"I love you more than my teddybear, but please, don't tell him ... ."

"I love you very much, because with you, I found a way to love myself again."

"I love you not only for who you are, but for what you are making of me."


Source : www.lovingyou.com

IT IS BROKEN….....


"When you have loved unconditionally one man and lost that love, it leaves a wound that never heals, a sad and broken heart, a void forever."

"I wish I was a kid again, because skinned knees are easier to fix then broken hearts."

"A heart breaking isn't always as loud as a bomb exploding.. Sometimes it can be as quiet as a feather falling.. And the most painful thing is, no one really hears it, except you.."

"If I should die tonight and the reason remains unknown, tell not the whole world, but the one I love that I died of a broken heart, not because he loved me too little but because I loved him too much."

"They say love can mend a broken heart, but how? Because my heart won't love when it's broken."

"I can't seem to erase all the memories of you. No matter how hard I try it's something I can't do."

"I don't hate you for not loving me anymore, but I hate myself for still loving you."

"Everybody makes mistakes. I also make them. But the biggest mistake I ever made was falling for you. "

SOURCE : www.lovingyou.com

Rabu, 04 Mei 2011

Sepenggal Doa Buat Tuhan


Tuhanku yang Maha Pengasih dan Penyayang....
Terima kasih karena telah memberikan waktu bagiku untuk mengenalMu. Sungguh hal tersebut merupakan anugerah terbesar yang pernah ada.
Terima kasih karena Engkau telah memberikan kesempatan padaku untuk tetap hidup. Kesempatan untukku agar tetap berbuat baik dan mendekatkan diri padaMu.
Terima kasih atas nikmat yang Engkau berikan padaku. Sungguh, betapa pun aku mencoba untuk menyebutkan nikmat yang telah Enggau berikan, aku tak akan pernah sanggup. NikmatMu terlampau banyak, Tuhan... sungguh aku bersyukur atas itu semua.
Tuhanku yang Maha Mengampuni dan Memaafkan....
Aku tahu aku telah terlampau jauh berjalan menjauhiMu. Sungguh aku telah keliru, Tuhan. Aku telah kehilangan arah, Tuhan. Aku ingin kembali padaMu, Tuhan.
Oleh karena itu, bimbinglah aku Tuhan... Jalan ini terlalu gelap untuk aku susuri seorang diri. Terangilah dengan cahayaMu, Tuhan....
Tuhanku yang Maha Kuasa dan Berkehendak....
Tak pernah sedikitpun aku merasa ragu akan kekuasaanMu. Tak pernah aku ragu akan takdir yang Engkau berikan padaku, sebagaimana Engkau berikan pula pada seluruh hambaMu.
Tapi Tuhan, terkadang aku merasa begitu bingung atas semua. Aku selalu bertanya-tanya tentang takdir apa yang akan menghampiriku. Mengapa semuanya terasa begitu sulit untuk dilalui, Tuhan?
Aku memang bukan manusia yang sempurna, Tuhan. Karena tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang kesempurnaannya melebihi kesempurnaanMu, Tuhan.
Oleh karena itu aku memohon petunjukMu. Memohon ampunanMu. Memohon pertolonganMu. Bawalah aku menuju surgaMu, Tuhan........