Beberapa minggu belakangan ini mungkin merupakan minggu terberat untuk kujalani.
Selain karena rasa sakit yang kualami akibat penyakit maag dan bronhitis yang kembali ‘mengunjungiku’, perasaan gundah pun selalu menyertaiku, tak peduli aku dimana dan sedang melakukan apa.
Aku pun sebenarnya tidak terlalu memahami apa yang sedang aku rasakan.
Semuanya terasa asing bagiku. Semua hal, begitu pun dengan semua orang yang kukenal. Aneh sekali rasanya, aku merasa sepi, kosong, dan hampa tanpa kehadiran--mereka-mereka--orang yang aku sayangi.
Apa mungkin ini semua adalah akibat yang datang karena perbuatanku sendiri?
Sehingga mereka menjauhiku?
Enggan bertegur sapa denganku?
Enggan menemani kesendirianku lagi?
Aku tak ingin hal ini terus bertahan terlalu lama.
Aku paham, mungkin belakangan ini aku sedikit mengubah diriku menjadi pribadi yang tertutup. Tak ada lagi secercah senyum yang biasanya selalu menghiasi sudut bibirku.
Aku hanya berteman dengan muram. Bahkan tak jarang aku menangis, meneteskan air mataku tanpa suatu sebab yang jelas.
Yang aku inginkan sebenarnya hanyalah ADA dan PEDULI.
Terasa cukup simpel mungkin, tapi dalam prakteknya hal itu tidak selamanya menjadi mudah.
Mungkin aku sendiri, belakangan ini telah berubah menjadi pribadi yang TIDAK ADA dan TIDAK PEDULI sehingga orang lain pun enggan untuk ADA dan PEDULI terhadapku.
Tapi mau bagaimana lagi? Segala sesuatu yang dipaksakan tidak akan berbuah manis.
Begitu juga dengan diriku. Aku tidak akan bisa memposisikan diriku sebagai seseorang yang ADA dan PEDULI untuk mereka, orang-orang yang aku sayangi, bila hal itu aku lakukan dengan terpaksa.
Jadi aku pun akan berusaha untuk memahami apa yang mereka rasakan.
Mungkin saja mereka pun sedang sama-sama mengalami apa yang sedang kurasakan. Sama-sama merasa hampa, kosong, dan sepi.
Lagipula, aku tak ingin bila keADAan dan kePEDULIan mereka, mereka lakukan dengan sebelah hati. Tidak akan terasa baik. Tidak akan terasa menenangkan hati.
Dan aku tidak mau hal itu mereka lakukan semata untuk menyenangkan dan menenangkanku.
Jadi, mungkin aku akan bertahan untuk beberapa saat kedepan.
Bertahan dengan pribadiku yang tidak lagi hangat. Tidak secerah biasanya.
Selagi menunggu mereka mengubah rasa ADA dan PEDULI nya sehingga kembali menjadi rasa ADA dan PEDULI yang akan mengembalikan secercah senyum manisku, aku pun akan mengubah pribadiku, sedikit demi sedikit menjadi sosok yang senantiasa ADA dan PEDULI terlebih kepada orang-orang yang teramat kusayangi, orang-orang yang teramat berharga dalam hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar