Aku menulis surat ini dikala hujan lebat turun di luar sana. Hujankah juga di tempatmu? Lihat, benar kan apa kataku! “if you get wet, you’ll get sick”... Asal kamu tahu aja, hujan akan terus mengguyur Bandung selama beberapa bulan ini. Sudah kusarankan pula untuk membeli jas hujan baru bukan? Katamu jas hujanmu yang dulu hilang entah kemana, sehingga kamu sering kehujanan belakangan ini. Entahlah, mungkin aku hanya terlalu khawatir padamu. Pasalnya, setiap hujan turun dan kamu memaksakan untuk pergi menembus lebatnya hujan, kamu akan sakit bukan? Mungkin saat ini pun kamu masih terbaring tak berdaya di kasurmu, menahan sakit kepala akibat hujan kemarin? Itulah sebabnya aku memaksamu untuk segera membeli jas hujan baru. Ayolah, turuti saja kataku sekali ini. Aku tak mau kamu sakit. Itu saja. Alasan yang cukup jelas dan masuk akal bukan?
Saat ini aku hanya ingin menulis surat untukmu. Menuliskan rasa sayangku lewat beratus-ratus kata yang aku susun sedemikian rupa agar kelak ketika kamu membacanya, kamu akan mengerti akan satu hal bahwa aku menyayangimu. Sebab selama ini sulit sekali rasanya bagiku untuk menunjukkan rasa sayang itu dihadapanmu. Bukannya aku tidak mau menunjukkannya, aku hanya sedikit malu.
Saat ini aku tidak akan menjelaskan kapan aku mulai menyayangimu. Begitupun dengan alasan kenapa aku bisa menyayangimu. Rasanya itu terlau sulit, karena aku pun tidak begitu mengetahui alasannya dengan pasti. Entahlah, semuanya datang begitu cepat. Merasuk ke dalam hatiku tanpa permisi. Hanya mengalir begitu saja, dan ketika aku mencoba untuk keluar dari semuanya, aku tidak bisa. Semuanya sudah terlambat. Saat ini aku tak bisa membencimu. Kalau kamu merasa bingung dengan ini semua, tak apa. Karena aku pun begitu. Urusan hati memang tidak bisa disandingkan dengan logika. Semuanya jauh dari rasio, serba tidak masuk akal dan sedikit banyak akan menimbulkan perasaan bingung yang lumayan membuat kepala cenat-cenut memikirkannya ^^
Ada satu hal yang ingin aku sampaikan padamu, berkenaan dengan perasaan ini. Aku ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya padamu. Maaf atas perbuatanku yang begitu lancang, karena aku telah membiarkan pikiranku terisi oleh sosokmu yang begitu sempurna di mataku. Maafkan karena dengan sengaja, aku sering sekali mecuri-curi pandang hanya untuk melihat wajahmu yang teduh itu. Maafkan jika aku membiarkan kamu hadir dalam mimpi indahku. Maafkan jika aku sering membuatmu khawatir tentangku, hanya karena aku ingin kamu memperhatikanku. Maafkan jika aku terlau banyak mengatur hidupmu. Maafkan jika selama ini aku telah menjelma menjadi seseorang yang menyebalkan untukmu. Maafkan atas perasaanku ini....
Pertanyaan yang selalu ingin aku utarakan padamu adalah : Apakah aku salah atas sebuah perasaan yang datang dengan ketidaksengajaan ini? Apakah aku salah jika aku menyayangimu? Apakah aku salah jika aku berharap bisa memiliki senyummu itu? Apakah aku salah jika aku ingin berbagi kebahagiaan bersamamu? Apakah aku salah jika aku ingin menangis di bahumu yang kokoh itu? Apakah aku salah jika aku menyediakan telingaku, agar kamu bisa bebas bercerita tentang apapun yang terjadi di hidupmu? Apakah aku salah jika aku ingin kamu untuk selalu berada di sisiku? Apakah aku salah jika aku ingin selalu bersamamu? Apakah aku salah jika aku ingin menjadi seseorang yang berarti untukmu? Apakah aku salah jika aku ingin menjadi satu-satunya orang yang selalu ada di setiap kamu membutuhkannya? Apakah aku salah dengan ini semua?
Aku tidak akan memaksamu untuk menjawab itu semua. Terlalu rumit. Tapi memang begitulah perasaan yang aku rasakan padamu. Begitu rumit, hingga aku pun tak tahu lagi harus berbuat apa untuk menghentikan semua kegilaan ini. Ya, sepertinya aku mulai gila. Gila karena kamu. Ayoo, kamu harus bertanggungjawab atas semua! Hahaha ^^ jangan dianggap serius, karena aku tidak akan menyalahkanmu, begitu pula menyalahkan diriku sendiri, apalagi jika aku harus menyalahkan Tuhan! Rasanya mustahil bukan?... See, semuanya jelas ‘kan? Benar-benar jelas, bahwa tidak ada sesuatu apapun yang pantas aku salahkan atas semua perasaan ini. Semuanya baik-baik saja. Semua sudah berjalan sebagaimana mestinya. Kita sebagai manusia biasa, tentunya tidak akan mengetahui bagaimana cerita ini akan berakhir. Apakah aku bisa memilikimu, ataukah kamu yang akan pergi menjauhiku....
Biarlah Tuhan yang mengatur semuanya. Aku percaya Dia akan memberikan hal yang terbaik untukku, untukmu, dan untuk kita semua. Yang jelas, terima kasih atas semua waktumu yang telah kamu berikan untukku. Terimakasih karena kamu masih senantiasa memberikan senyuman hangatmu untukku. Sungguh, hal itulah yang membuat aku bersemangat menjalani hari-hariku. Semoga hal itu akan berlangsung di esok hari, lusa, dan hari-hari seterusnya ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar