Perkenalan adalah sebuah awal.
Awal untuk aku dan kau memulai segalanya.
Terasa begitu manis dan mengesankan, karena kau datang dengan berjuta tawa. Kau tahu rasanya? Seperti berada di padang pasir kemudian turun hujan lebat. Begitu menyejukkan bukan?
Begitu pula kehadiranmu yang memberi kesejukkan untuk jiwaku. Rasa-rasanya kebahagiaanku melebihi kebahagiaan seorang anak kecil yang mendapatkan sebuah lolipop. Great! Benar-benar menyenangkan...
Lambat laun kau pun mulai mengenalkan padaku duniamu. Mengenalkan padaku sebuah dunia yang begitu kecil—tapi begitu kau hapal—yang penuh akan semua ke-khas-an dirimu.
Dan ternyata setelah aku memasukinya sedikit demi sedikit, duniamu itu seakan-akan menjadi lebih luas dari apa yang aku rasakan sebelumnya. Lebih dalam aku memasukinya, maka lebih banyak pula aku mendapatkan hal-hal luar biasa yang dengan senang hati akan selalu kau bagi bersamaku....
Rasanya tak adil bagiku bila aku tak mengenalkan duniaku padamu. Aku mencoba untuk melakukannya. Perlahan, aku memulainya dengan membukakan pintu hatiku untukmu, untuk kemudian kamu bisa memasukinya dengan leluasa.
Lalu kukenalkan padamu, tentang siapa aku sebenarnya. Sehingga pada akhirnya kau bisa mengenalku lebih dari siapapun, begitu pula aku yang bisa mengenalmu sama hebatnya dengan kemampuanmu mengenaliku...
Sekarang, aku merasa memilikimu. Aku merasa menjadi bagian dari hidupmu, dan aku yakin kau pum merasakan hal yang sama.
Ya, aku yakin ini semua adalah takdir, sebuah takdir yang cukup manis dari Tuhan sehingga aku bisa menemukan sosokmu yang begitu sempurna. Terima kasih karena kau telah menggenapi hari-hariku dengan sejuta tawa. Terima kasih karena kau telah mengajarkan padaku tentang hal-hal kecil yang sebenarnya sangat berarti besar untukku. Terima kasih telah menemani hari-hariku yang kelabu ini.
Aku harap Tuhan akan senantiasa menuliskan takdir indah bagi kita berdua.
Bersamamu menjalani hari-hari penuh warna, hingga akhir menutup mata ^^